Merayumu
Padamu yang kucintai belum lama ini, tak ada banyak rasa yang ingin kusampaikan. Sebab tak mau, menyia-nyiakan waktumu hanya tuk sekedar membaca bualanku.
Maaf, jika rasa ini datang terlalu menggebu-gebu, hingga tanpa sadar sampai mengganggumu.
Tak ada banyak kalimat yang kutuliskan, tak ada banyak baris yang ingin kusajikan. Sebab perasaan ini terlalu baru untuk kupaksa menjadi panjang, namun terlalu nyata untuk kusembunyikan.
Mungkin dengan ini sudah jelas, bahwa aku terang-terangan mencintaimu.
—Dariku, Sang Teruna.