Perihal Tentang
Aku tak pernah pandai menjelaskan siapa diriku.
Aku hanyalah seorang teruna, yang menulis bukan sekadar untuk di dengar tetapi agar luka-luka kecil di dadaku bisa bersuara dan seseorang di luar sana tahu; aku pernah merasa patah sedalam ini.
Aku menulis karena ada sesuatu yang ingin kusampaikan, namun tak cukup kuat untuk kuucapkan. Mungkin ini hanyalah catatan dari seseorang yang terlalu sering diam, terlalu lama menyimpan, dan terlalu dalam merasa.
Menulis, bagiku, adalah cara lain untuk bersuara. Cara paling lirih, namun paling jujur, untuk memberitahu semesta bahwa aku pernah terluka. Pernah patah hati karena seseorang dan pernah berharap ada yang singgah hanya untuk mengerti, meski lewat baris-baris kalimat tak bernyawa.
Tulisan-tulisanku adalah suara dari sisi diriku yang lain.
Ia yang tak berani bicara, tapi tak pernah lelah merasa.
Ia yang menamai dirinya teruna, karena ia masih muda dan mudah jatuh pada harapan.
Ia yang menamai blog ini notesgila, karena terkadang, gila adalah satu-satunya bentuk waras saat cinta, keadaan, dan hidup terlalu menyesakkan.
Notesgila bukan sekadar blog. Notesgila adalah jembatan dari rasa yang tak sempat ditunjukkan di dunia nyata, tempat sunyi beristirahat dan luka bernaung tanpa takut ditertawakan.
Ia hidup di bayang-bayang semesta dan mungkin juga di hati-hati yang pernah hancur namun enggan benar-benar hilang.
Jika kamuu membaca ini dan merasa ikut karam tenggelam, mungkin kita pernah berdiri di luka yang sama luka yang masih basah dengan nestapa.
Sekian dariku,
Sang Teruna; Syaif Haqi An Nazili.