Hirup dan Hela
Dalam satu hirupan dan helaan nafas
Kita berjalan jauh, seolah tak tuntas
Padahal di seberang jalan sana,
Ada hirup dan helaan yang berakhir
Menuntaskan hidup yang terakhir
Udara yang kita hirup pagi ini
Mungkin berharga untuk seorang yang hidup subuh tadi
Sementara orang-orang menghiraukan hidup
Hanya karena cinta yang tak hidup—redup.
Sang Teruna, berkelana.