Yang Tak Pernah
Kau yang tak pernah benar-benar hilang. Perasaan yang berlalu-lalang terkadang menepi untuk menyakinkan Sang Teruna bahwasannya jejakmu masih menetap di dasar ingatan. Meski rindu tak selalu butuh alasan dan luka tak selalu butuh penyembuhan.
Sang Teruna kini terus berkelana dengan sisa-sisa bayangmu, bayang yang terkadang terlihat jelas, kadang samar, bahkan kadang hilang tiba-tiba. Namun pada akhirnya bayangmu selalu kembali. Kembali pada kenyataan bahwa kehilangan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan jalan sunyi yang harus Teruna tempuh dengan hati yang masih setengah utuh.
Padamu yang pernah meluluhlantakkan perasaanku.