Sederet Rasa Untuk Sira
Semenjak cinta menjadi bahasa yang paling sunyi, aku lekas merangkai diksi demi diksi penuh imaji. Hari-hari menjadikanmu istimewa, hari-hari menjadikanku penuh rasa bahagia. Senyumanmu meruntuhkan duniaku.
Rindu ini sangat dalam terpendam karam. Pada sorot matamu terpampang jelas keindahan malam. Lekuk bulan pada langit semesta mengingatkanku akan senyumanmu. Bagiku, rindu ini tak memiliki rumah untuk bersinggah. Sebab rumah yang sebenar-benarnya ada, berada jauh di seberang sana.
Melihatmu dari jauh hatiku berdegup kencang tak beraturan, bergumam menginginkan kau melihatku dengan perasaan yang sejalan. Namun kenyataannya hanya aku yang mencintaimu dengan bisu. Padamu yang mungkin kini tak menjadikanku ada, terimakasih atas luka yang kuderita.
Sira, aku kembali mengulik kisah diantara kita.
Notesgila.