Tersekian Kali

Entah berapa lama lagi rasa nan karsa ini menjadi sempurna untuk sekian lama, tanpa ada sekian pada setiap pertemuan. Sira aku menghunus rasaku terhadapmu hanya karena kegilaanku terhadap Puan disementara waktu, sebab matanya menghanyutkanku diantara kalbu. Nyatanya di setiap orang ada masanya dan di setiap masa ada orangnya itu memang benar adanya. Dan aku tak pernah menyia-nyiakan masa yang pernah ada, namun adanya adalah aku disia-siakan masa yang pernah ada.

Jika memang kau adalah sebenarnya-benarnya tulang rusukku kau takkan pernah mematahkannya hingga merobek, mengoyak hingga memancarkan harap-harap yang terlelap.

Nyatanya kelanaku tak berakhir membahagiakanku.


Postingan Populer