Tahun Pertama di Pertengahan Bulan

Tahun Pertama di Pertengahan Bulan

Hadirmu masih menjadi harap yang entah kapan mungkin akan terlelap seperti Sira pada chapter sebelumnya.

Samar-samar cahaya mentari membasuh jiwa penuh lara. Terik menyelimuti hawa duka menjadi istimewa sebab rasa penuh makna. Hangatnya menandakan bahwa kisah baru akan dimulai. Kisah dimana harap-harapnya yang ingin dihidupkan oleh sosok yang diistimewakan dalam benak.

Masih dengan perasaan yang sama bahkan mungkin lebih mengisyaratkan untuk bersama. Pelukmu yang masih terasa sampai-sampai Teruna lupa bahwasannya kita telah usai. Pundak yang masih tak mau mengelak dari dagu yang bersandar membawa bahagia kala itu. Bulan sabit dalam tawamu yang kini masih menjadi penerang-tenang dalam setiap langkahku. Tatapanmu masih saja menjadi nyala-nyala dalam benakku. Kini hanya menjadi kisah yang gagal untuk merekah indah, namun tak gagal dalam memberi kisah.

Teruna membinasakan sira sebab ia hanya membawa lara, namun apa bedanya denganmu puan sama-sama memberi lara yang membara.

Namun Teruna hipokrit akan baitnya, yang dianggapnya lara hanya salah satunya saja bukan salah duanya. Memang jelas sebab rasa yang hampir terbalas dengan rasa yang tak pernah sedikitpun terbalas memberi bekas yang berbeda.


-Tertanda, Notesgila mengharapkanmu.

Postingan Populer