Sungguhku Setelah Singgahmu
Sungguhku Setelah Singgahmu.
Awal tahun yang kukira akan menjadi penghujung lara nyatanya malah menjadi awal lara yang lebih membara. Hadirmu yang kukira menuntun malah memberi duka yang lebih beruntun. Puan, aku tak rela akan singgahmu yang tak sungguh.
Aku kembali meredup setelah beberapa saat yang lalu aku mulai hidup, mulai hidup akan cahaya yang diberikan olehmu benar olehmu. Apa kau mendengar isakkanku, kupikir tidak sebab aku hanyalah untaian insan yang tak berkesan. Aku hanyalah bualan semata dikala kau berduka. Aku hanyalah aku yang tak menau akan keinginanmu namun aku hanya ingin bersamamu.
Jeda kali ini kuharap sementara, tak selamanya. Sebab memang kita terjedakan?
- Notesgila, Mengharapkanmu.