Menunggu Hari
Entah dihari apa akan kutunjukkan sebuah harap dalam lembaran rasa nan karsa yang sangat nyata. Entah dihari apa, aku akan menunggu titik terang dari gelapnya sebuah jawaban. Mungkin dihari itulah akan muncul sebuah kalimat "Terselamatkan" atau "Terbinasakan".
Aku berharap setelah titik terang itu muncul kepermukaan, aku hanya berharap tidak ada kata "terbinasakan" selain kata "terselamatkan". Sebab sebenar-benarnya aku hanya menunggu jawabmu menunggu akan kembalimu.
Selagi waktu masih ada, aku menguatkan segala rasa nan karsa. Menutup erat harap yang terlelap. Berjaga-jaga bila keadaan tak sejalan. Berjaga-jaga bila semesta tak menjadikannya ada.
Aku hanya bisa berterus-terang bahwa, aku memulainya lebih dulu, namun dengan menunggu waktu dan aku juga tak tau apa yang terjadi setelah itu atau kau memulainya lebih dulu dan aku tau jawabmu pasti. Tanpa harus aku menunggu hari.
Bait Terakhir, Mengusahakanmu.