Harsa Yang Menyala
Bila kau bertanya kepadaku, siapa yang bersemanyam pada bait aksaramu teruna. Aku menjawab Ia yang telah menumbuhkan rasa pada jiwa yang lara.
Kepada semesta teruntuk Sira, aku dimasa kini memang benar memutus erat angan yang tadinya bergandengan. Aku yang sedari dulu meminta karsa nan rasa namun hanya diberi ampas sisa, rasa yang selama ini tumbuh akhirnya runtuh. Dandelion ialah tanda bahwasannya teruna pernah mencintai Sira pada bait ketidakwajaran sebab tahun demi tahun teruna mengarungi lautan kesengsaraan.
Haii Sira, aku memang mengharapkanmu untuk menjadi sang ratu namun singgahmu yang tak sungguh melengserkan tahta yang tadinya sempurna. Pada sajak yang beranjak aku meminta Tuhan untuk menginjak, menginjak rasa yang selama ini memberontak.
Pada duka yang terakhir kalinya, semesta memberi harsa secara tiba-tiba. Pada bulan lalu aku meminta seorang puan untuk bisa menjadi harapan, puisi yang telah mati nampak bangun namun masih tertatih perih. Pada bait lara yang membara aku meminta hujan tuk berikan kepastian. Padam-Bungkam.
Mungkin rasa ini belum sirna sepenuhnya namun dengan hasrat penuh pikat aku mencintainya, mencintai seorang puan yang hadir membawa harsa penuh makna.
Bait sajak yang menolak karam ini meminta nahkoda untuk berlayar menjauh dari rasa duka yang tercipta. Aku belum berani mengatakan bahwa aku mencintainya namun ternyata rasa ini semakin terasa, tapi mungkin aku masih saja labil dalam mencerna rasa. Awalnya kau yang memulai dan akhirnya aku yang terbuai dan akhirnya aku bisa menerima bahwa kau adalah cinta yang datang disaat rasa ini benar-benar pudar.
Aku jatuh cinta kepadanya disaat aku takut jatuh cinta teruntuk kedua kalinya, ia datang disaat aku sedang mati-matian tuk membungkam rasa, ia mengembalikan rasa yang tadinya kubungkam dalam-dalam.
Untukmu tanpa kusebut nama, terimakasih sudah ada di dunia, terimakasih untuk rasa cinta.
Allah tidak akan memisahkan dua orang yang memiliki niat yang sama tapi allah selalu menguji seberapa kuat untuk bersama.
-notesgila not sira.