Mengalir Lirih

Mengalir seperti halnya air
Mencari-cari tempat terendah
Hanya untuk tinggal, sebentar atau lama
Kemudian meresap ke celah-celah tak kasat mata
Atau menguap menjadi awan
Dan turun lagi menjadi hujan

Seperti halnya hidup—hidupku
Mencari-cari tempat nyaman tuk singgah
Tempat yang paling rendah, sebab
Tak semua orang ingin hidup di dasar-dasar yang dangkal
Tak semua orang mau hidup dengan serendah-rendahnya
Tak semua orang mau merendah untuk sekadar singgah

Meresap ke celah-celah tak kasat mata
Tak terlihat namun benar adanya, benar rupanya
Hidup untuk terus mencari celah walau terkadang mengalah—kalah
Meresapi hidup yang katanya "hidup segan mati tak mau"

Menguap menjadi awan, memanjatkan puisi alam
Agar hidup tak selalu tentang pujian namun juga makian
Agar hidup tak selalu tentang rasa namun juga prosa
Agar hidup tak selalu tentang harsa namun juga ada kecewa

Hujan yang tak selalu membawa bahagia untuk semua
Kadang hujan juga membawa duka untuk semua—semuanya.

—Mungkin tangismu dini hari tak membuat Sang Pencipta menadahmu, melihatmu, atau hanya sekadar mengingatmu.


Babak Baru Notesgila | Sang Teruna.